Kamis, 13 Desember 2012

catatan 12-12-12

Niat dari awal saya memang mau buat SIM lewat calo, tapi bingung mau menghubungi siapa? karena santer orang bilang, tanpa orang dalam akan sangat dipersulit, terbukti. hari ini saya ada beberapa jadwal kegiatan yang mengharuskan saya ke Pamekasan kota, badan agak kurang sehat saya putuskan ikut angkutan saja, tapi setelah dipikir nanti akan lama menunggu ya  bawa mobil sendiri saja, dipikir lagi, pajak mobil sudah habis bagaimana nanati kalau diperiksa polisi ditambah tidak punya SIM. opsi terakhir bawa sepeda motor, tidak bawa jas hujan supaya kalau nanti hujan harus berteduh. Beberapa hari-hari kemarin sakit gara-gara 'menerobos' hujan walau pakai jas hujan.

Sesampai di Pakong, saya ketemu teman yang kebetulan dia juga mau ke Pamekasan, dia anak lesong pernah seperjuangan di FORSIB waktu mondok di Banyuanyar dulu. Nama lupa. saya bawa setelah mengambil helm di rumah temennya di cen lecen Pakong. Telepon berbunyi di daerah ponjuk, saya lihat caller namenya 'PPAI Zaini', telpon dari Pak Zaini PPAI, saya angkat ternyata hari ini dia mau ke Madrasah di rumah, bagaimana pak kepala sekolah kok tidak ada di sekolah, kan sekarang ujian, katanya. hehe, saya jawab sejujurnya saja.

Sampai di POLRES saya masuk ke parking area, sambil tanya-tanya pada penjaga parkir perihal persyaratan pembuatan SIM, dia bilang KTP fotokopi 2, dan surat keterangan sehat dari dokter. untuk yang kedua saya memang sudah siap dari beberapa minggu yang lalu, fotonya sudah tercopot dari surat keterangan yang saya ambil di puskesmas waru itu tapi saya ganti dengan foto yang baru, stempel puskesmas tidak tercetak di samping foto yang baru, tak apa lah. nanti kalau ditanya saya jawab jujur saja. tinggal KTP yang belum saya fotokopi. saya cabut motor dari tempat parkir, pamit pada penjaga parkiran dan saya arahkan ke kawasan kota, saya antar dulu teman yang saya bawa ke tujuannya; RSUD Pamekasan.

Saya fotokopi 4 rangkap di fotokopi Barokah, hujan turun. 45 menit menunggu hujan reda baru uber gas lagi ke Polres Pamekasan. sesampai di sana saya masih cari calo, tapi sepertinya lagi sibuk dan saya langsung saja ke loket 1 menyerahkan 2 lembar fotokopi KTP dan SIM C, dan selembar surat keterangan sehat dari dokter. Polisi penerima langsung menyilahkan saya menunggu panggilan untuk ikut uji teori.

15 Menit menunggu, kemudian saya dipanggil, masuk ruang tes. saya ada di nomor 11, kursi paling depan dua dari sisi kiri. ada mahasiswi UIM cewek yang juga tes. dia mau ambil SIM C. tes menggunakan slide yang sudah didesain aplikasinya, ada 30 soal yang harus diselesaikan dalam kurun 30 menit, berarti 1 soal 1 menit, ok siap. di depan saya ada 4 tombol merah, A B C dan tombol reset kalau-kalau merubah jawaban. Polisi yang mengawasi sedikit-sedikit menjabarkan tata kerjanya, saya langsung paham. Bismillah. dimulai.

Sehabis menjawab tiap soal, kunci jawaban langsung keluar, saya lihat jawaban saya banyak yang benar dan sesuai kunci jawaban, di luar hujan mulai turun. dan uji teori-pun selesai. saya menunggu hasilnya sambil update status di facebook, ada beberapa teman yang komentar, saya hubungi via telepon beberapa teman yang pernah mengalami hal yang sama, katanya tidak akan lulus kalau tidak pakai pelicin, saya tidak percaya, mungkin di prakteknya yang butuh gituan, pikir saya.

saudara MUKSIN, suara pengeras suara panggilan, saya langsung menghampiri dan Pak polisi menyilahkan saya menandatangani surat tanda tidak lulus, yaaaah. saya negosiasi dulu sama pak polisi dengan mimik memelas, supaya bisa tes lagi hari ini, tapi tetap gak bisa. terpaksa saya tandatangani. yang aneh, pak polisi menutup lembar jawaban yang di-print out, saya coba untuk buka tapi tangan pak polisi memegangnya dengan cukup erat, saya nyerah.

kembali ke niat awal, CALO. sebelum angkat kaki dari polres saya lihat dan cari-cari tampang aneh, hehe. supaya misi membuat SIM ini berhasil, di pos penjagaan ada yang membantu saya, kebetulan dia juga membawa temannya buat SIM, dia membawa saya ke seseorang namanya S***i, saya simpan nomor saya di HP-nya dan terjadilah transaksi jalan pintas itu, saya dijanjikan hari sabtu ini, tapi ketika saya mau pulang, dia meminta hari senin saja, hmm, berharap senin tidak pakai tes-tesan lagi, saya mau langsung foto saja nanti. hehehe...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar